Pages

Tuesday, November 27, 2012

FUNGSI DAN SIFAT INDIKATOR FOREX (THE FUNCTION AND NATURE OF FOREX INDICATORS)

   
  
 Fungsional Indikator dalam MetaTrader atau yang sering disebut MT4,MT5 merupakan alat untuk membantu melihat arah pergerakan pasar berdasarkan data yang ada dalam MetaTrader, adapun indikator tersebut hanya membantu saja dan tidak bisa dikatakan tepat 100% benar dalam pengambilan keputusan open posisi (entry) Buy / SELL, dikarenakan kondisi market yang tidak menentu, sehingga indikator terkadang akan memberikan false signal.
 
    Untuk itu  marilah kita mengenal lebih jauh tentang indikator, indikator berdasarkan penggolongannya ada 4 jenis :
 
1.       Indikator Trend
Indikator trend adalah, indikator yang menggambarkan trend pada timeframe/period tertentu, biasanya penggunaan pada timeframe  besar (H4, D1, W1, M1) trend tersebut akan semakin terlihat, untuk timeframe yang lebih kecil (H1 ke bawah), indikator trend akan menggambarkan 3 jenis pergerakan harga: up-moves, down-moves, dan sideway.

  • Moving Average (MA),
  • Average Directional Index (ADX),
  • Heiken Aishi,
  • Parabolic Sar

2.       Indikator Momentum 
Indikator momentum (rate of change, ROC) adalah suatu indikator sederhana dalam melakukan analisis teknis yang memperlihatkan perbedaan antara harga penutupan hari ini dan harga penutupan N-hari yang lalu. Momentum secara umum adalah harga yang merupakan kelanjutan dari tren. Indikator momentum dan tingkat perubahan menunjukkan nilai positif sewaktu terjadinya kenaikan harga dan nilai negatif sewaktu terjadinya penurunan harga.
  • Stochastic,
  • Relative Strenght Indes (RSI),
  • Commodity Channel Index (CCI)
3.       Indikator Volatilitas

Indikator volatilitas,menggambarkan kekuatan pergerakan, atau ukuran, dari fluktuasi harga harian terpisah dari arahnya. Umumnya, perubahan pada volatilitas cenderung mempengaruhi perubahan harga menunjukkan ukuran dan besaran dari fluktuasi harga. Sebelum sebuah trend itu terbentuk (entah itu continuation trend, correction trend atau bahkan  reversal trend)  yang terjadi adalah, harga berfluktuasi pada intensitas yang rendah. Hal ini umumnya di set-up dan dimanfaatkan oleh banyak trader, untuk memberitahu kapan terjadi break-out terhadap batasan-batasan low volatility harga. Setiap low volatility, akan selalu diikuti oleh high volatility. High volatility, akan selalu diakhiri dengan low volatility.
  • Bolinger Band (BB),
  • Average True Range (ATR).
4.       Indikator Volume

Indikator Volume indikator yang menunjukan kuat atau lemahnya sebuah trend,Volume yang tinggi pada umumnya menyiratkan terjadinya akhir/awal sebuah trend. Sementara volume yang rendah, umumnya menggambarkan rendahnya minat investors/traders terhadap mata uang tertentu.
  • Market Facilitation Index,
  • Money Flow Index (MFI),
  • Volume
Indikator mempunyai 2 sifat yaitu :
  1. LEADING -> (sebagai contoh stochastics, parabolic SAR, dan Relatif strength Index (RSI)
  2. LAGGING -> (sebagai contoh MACD dan MOVING AVERAGES)
LEADING adalah indikator yang memberikan sinyal untuk mengambil posisi buy maupaun sell sebelum terjadinya trend.

  • Keuntungan dengan menggunakan indikator ini adalah kita dapat mengambil posisi lebih cepat sehingga profit yang kita dapat juga bisa lebih banyak.
  • Kelemahan dari indikator ini sering memberikan sinyal palsu sehingga dapat mengakibatkan kita menjadi salah ambil posisi hal ini terjadi disebabkan adanya sinyal sebelum terjadinya trend.
LAGGING adalah indikator yang memberikan sinyal untuk mengambil posisi buy maupaun sell setelah trend terjadi. 
  • Keuntungan dari indikator ini memberikan sinyal yang akurat sehingga kesalahan untuk salah dalam mengambil posisi memjadi lebih kecil.
  • Kelemahannya sering terlambat dalam memberikan sinyal untuk masuk sehingga kita dapat kehilangan profit.yang banyak.